![]() |
| Kantor Dinas Kesehatan Sinjai |
JEJAKINFO.COM, SINJAI -- Puskemas Manipi, Kecamatan Sinjai Barat menggagas inovasi Generasi Giat SPM yang merupakan akronim dari Gerakan Edukasi dan Transformasi Kegiatan Standar Pelayanan Minimal kesehatan. 15 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sinjai pun diimbau untuk mengikuti inovasi cemerlang ini.
Surat imbauan tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Emmy Kartahara Malik nomor 000.5.3.1/05.1143/Diskes pada tanggal 14 Mei 2025 lalu. Dalam surat itu menerangkan bahwa masih ada Puskesmas yang pencapaian SPM belum mencapai target.
Oleh karena itu Dalam Rangka peningkatan capaian SPM tersebut, diperlukan upaya dalam rangka meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan melalui model pendekatan kolaborasi program yang ada di Puskesmas maupun kolaborasi dengan lintas sektor terkait.
Salah satu Puskesmas lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai adalah inovasi Generasi Giat SPM. Dilaksanakan dalam bentuk tim yang terdiri dari koordinator tim, tim pelayanan dalam gedung, tim pelayanan luar gedung, tim jaringan Puskesmas, tim Puskel, dan tim Dusun.
"Dimana tim ini berokolaborasi satu sama lain untuk memastikan akses pelayanan dasar masyarakat dapat dijangkau dan hasil kegiatan dimonitoring dan dievaluasi oleh lintas sektor terkait," tulis Kadis Kesehatan dalam surat tersebut.
Untuk itu diimbau kepada seluruh Puskesmas di Kabupaten Sinjai agar menerapkan metode ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan lintas sektor.
Diketahui inovasi milik Puskesmas Manipi dinyatakan lolos administrasi dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2025 yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Generasi Giat SPM sendiri meupakan gerakan kolaborasi lintas program pelayanan Puskemas Manipi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakeses pelayanan kesehatan. Dilatarbelakangi karena rendahnya capaian indikator SPM Puskesmas Manipi pada tahun 2022. Dimana hanya 3 indikator dari 12 indikator SPM yang mencapai target.
Tiga indikator tersebut adalah, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan balita, dan pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus.
Inovasi ini pun telah memberikan dampak positif dari segi pencapaian 12 indikator SPM. Terbukti, capaian target naik dari 3 menjadi 5 indikator pada tahun 2024. Dua indikator yang capai target lainnya adalah pelayanan kesehatan bayi baru lahir dan pelayanan kesehatan usia lanjut. (iad)


