JEJAKINFO.COM, SINJAI -- Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif bersama Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa menjadi pembicara khusus dalam Festival Literasi Gelar Wicara 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai.
Gelar wicara yang dilaksanakan dalam rangka mendorong gerakan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat tersebut, berlangsung di Ruang Serbaguna Dispusip Sinjai, Senin (2/11/2026).
Mengusung tema "Sama-Samaki Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter Melalui Budaya Literasi", dua sosok panutan di Sinjai itu memberikan pencerahan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca buku, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun pola pikir, karakter, dan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Ratnawati dengan ciri khasnya, berbagi pengalaman pribadinya tentang bagaimana kebiasaan membaca turut membentuk perjalanan hidup dan kariernya hingga dipercaya menjadi perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Sinjai.
Ia mengenang kebiasaannya membaca sejak masih duduk di bangku sekolah. Tidak hanya membaca, dirinya juga senang menuangkan kesan dan pesan dari buku yang telah dibacanya dalam bentuk tulisan.
Ia juga bahkan menyampaikan bahwa Bunda Literasi Sinjai bukan sekadar gelar atau simbol, melainkan komitmen untuk menjadi panutan bagi tumbuh kembang budaya dan minat baca masyarakat.
“Saya adalah sosok yang senang membaca, dulu waktu sekolah saya senang sekali menuliskan kesan dan pesan saya setelah membaca buku,” ungkapnya di hadapan puluhan mahasiswa yang menjadi peserta.
Sejalan dengan itu, Bupati berharap pengembangan literasi di Kabupaten Sinjai tidak hanya menjadi tanggung jawab Dispusip, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari perpustakaan sekolah, taman baca, komunitas literasi hingga berbagai pihak lainnya.
Bupati juga mendorong agar semangat literasi hadir dalam setiap lini pembangunan sehingga dapat berjalan beriringan dengan upaya pemerintah mewujudkan kemajuan daerah.
“Saya berharap literasi dihadirkan dalam setiap lini pembangunan. Membersamai pemerintah mewujudkan Sinjai yang maju,” harapnya.
Sementara Sekda Andi Jefrianto asapa dalam kapasitasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengaitkan literasi dengan visi Sinjai Maju, Sejahtera, Mandiri dan Berkeadilan atau SAMA-SAMAKI”.
Dalam lingkup pemerintahan Andi Jefri mengatakan pentingnya literasi sosial dan budaya menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Upaya membangun literasi sosial dan budaya harus kita dorong ke setiap OPD melalui program kerja masing-masing. Karena secara tidak sadar, sejauh ini, OPD telah melakukan berbagai bentuk literasi hanya saja tidak dikemas dalam program literasi itu sendiri,” ungkapnya.
Kepala Dispusip Sinjai A. Muh. Idnan menyampaikan gelar wicara ini dilaksanakan sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 dan Perda Nomor 26 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan perpustakaan di Sinjai.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca, memperluas wawasan masyarakat, serta memperkenalkan peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan kegiatan publik,” jelasnya.
Gelar wicara tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan atas gerakan budaya gemar membaca. Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Sinjai, Kepala Rumah Tahanan (Rutan), sejumlah pimpinan OPD, kalangan akademisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sinjai. (iad)


