Definisi Subnetting Dan Konsep Serta Perhitungannya

Subneting adalah proses memecah suatu Ip jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil. untuk lebih memahaminya berikut saya jelaskan menggunakan konsep subnetting:

1. Kita analogi tanpa subnetting 
tanpa analogi
Di atas terdapat subuah jalan Raya jl. Arifin Ahmad yang mana jalan raya ini yang di gunakan untuk mencari alat rumah atau alamat yang di tuju. tanda panah di atas di ibaratkan adalah rumah dengan melihat rumah rumah di atas kita akan merasa kebingungan ketika kita akan mencari rumah-rumah yang ingin kita tuju karna behitu banyak rumah-rumah disini.  Jika banyak orang yang akan mencari rumah teman atau saudara mereka  tentu akan menimbulkan kemacetan karna jika salah rumah yang di tuju maka mereka akan mencari kembali rumah-rumah lainya  dan  menimbulkan kemacetan.
Sama halnya seperti jaringan jl raya Arifin ini dalam sebuah jaringan di sebut sebagai network addres atau alamat jaringan yang berfungsi jalur utama menuju HOST atau client dan rumah tersebut sebagai host. Nah jadi jika kita ingin mencari rumah yang di tuju yag pertama kita cari adalah nama jalan utamanya untuk mengatasi maslah ini kita di perlukan subneting. 

2. Mengapa Perlu Subneting
Subneting di buat untuk membatasi ruang lingkup lalu lintas siaran, dan juga untuk membantu dalam menyelesaikan masalah utama kemacetan jaringan

3. Fungsi Subneting
  • Untuk mengurangi tabrakan data atau kemacetan lalu lintas jaringan pada data yang di kirim oleh sebuah perusahaan
  • pengolaan yang di sederhanakan
  • Teroptimasinya unjuk kerja jaringan

4. Analogi Menggunakan Subnetting 
Gambar di atas sudah tertata rapi di mana gambar tersebut sudah menggunakan subneting dengan adanya Gg (gang), penomoran rumah, dan Rw. Setiap gang mempunyai Rw sehingga ini akan memecahkan masalah kemacetan dan memudah kan kita mengetahui alamat rumah yang kita cari, Jika kita mencari rumah Rw 01 No 3 kita tidak perlu ke Rw 03.
Sekarang kita analogi menggunakan subneting pada jaringan komputer, Jl. Arifin Ahmad ini di sebut Network Address dan gang ini adalah Subnet Mask dan Rw di sini sebagai Broadcast berfungsi untuk menginformasikan ke warganya dan tanda panah di atas di sebut rumah warganya atau Host.
Jadi Konsep seperti inilah Konsep Subneting.
Ketua RW ini sebagai broadcast yang bertugas unuk menginformasikan berita ke warga nya

Ketua RW ini sebagai broadcast yang bertugas unuk menginformasikan berita ke warga nya
Rumah ini sebagai Host

Menghitung Subneting IP4
Setelah memahami konsep subneting maka kita lanjut untuk menghitung subneting IV4 dengan contoh Ip 192.168.1.0 /26:
Di atas terdapat gambar Nilai CIDN host C, sekarang kita akan mencari subnet mask dari 192.168.1.0 /26 yang menggunakan kelas C, Untuk Subnet mask /26 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan:
Subneting akan berpusat di 4 hal, jumlah host per subnet, jumlah subnet,  blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. 
  1.  Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2.  Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3.  Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi blok subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast
Sedikit catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.


Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255


Sumber: https://www.cilsy.id/

0 komentar

Posting Komentar